Informasi studi di Taiwan dan China yang jelas, terarah, dan disesuaikan dengan profil akademik mahasiswa.
Tentang Kami
Bloom Education adalah konsultan pendidikan yang berfokus mendampingi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke universitas di Taiwan dan China.
Tim kami membantu setiap calon mahasiswa memahami pilihan jurusan, universitas, persyaratan masuk, dokumen, serta tahapan persiapan keberangkatan. Dengan fokus pada dua negara tujuan, kami dapat memberikan informasi yang lebih relevan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan setiap mahasiswa.
PENDAMPINGAN YANG TERARAH
Kenali Tim Pendamping Kami
Tim dengan fokus layanan berbeda yang bekerja bersama untuk mempersiapkan perjalanan studi Anda.
Bloom Education
Konsultan Pendidikan Taiwan & China
Mandarin Laco
Pembelajaran Bahasa Mandarin
ICATI
Jejaring Alumni Taiwan di Indonesia
Sophistec Academy
Pengembangan Akademik & Keterampilan
0
Mitra pendukung
0
Layanan utama
0
Program belajar
0
Negara tujuan
Mengapa Memilih Kami?
Kami berfokus pada Taiwan dan China agar setiap informasi, rekomendasi, dan proses pendampingan lebih terarah.
TESTIMONI MAHASISWA
Cerita Perjalanan Mahasiswa
Pengalaman mahasiswa selama mempersiapkan pendaftaran, dokumen, bahasa, dan keberangkatan bersama Bloom Education.
“Tim Bloom Education membantu saya memahami pilihan jurusan dan menyiapkan dokumen satu per satu. Penjelasannya mudah dipahami sehingga proses aplikasi terasa lebih terarah.”
Nadia Pratama
National Taiwan University
“Saya mendapatkan arahan yang jelas mulai dari pemilihan kampus, pemeriksaan dokumen, hingga persiapan keberangkatan. Setiap pertanyaan juga dijawab dengan sabar.”
Kevin Wijaya
National Tsing Hua University
“Persiapan bahasa Mandarin dan konsultasi akademiknya membuat saya lebih percaya diri. Saya juga mendapat gambaran tentang kehidupan kampus dan budaya belajar di China.”
Alya Ramadhani
Tsing Hua University
“Proses pendaftaran terasa lebih ringan karena jadwal dan kebutuhan dokumen dijelaskan sejak awal. Saya dapat mempersiapkan setiap tahap tanpa terburu-buru.”
Daniel Hartono
Zhejiang University